50 Keistimewaan Seorang Wanita Didalam Islam
50 Keistimewaan Seorang Wanita Didalam Islam

50 Keistimewaan Seorang Wanita Didalam Islam

Baca juga:

Saat ini, yang menjadi perhatian utama masyarakat dunia adalah tentang pembelaan terhadap hak-hak perempuan.

Walaupun masalah ini bukanlah sebuah permasalahan baru dalam masyarakat modern saat ini, namun karena masih banyaknya perlakuan berbeda terhadap mereka, maka masalah hak-hak perempuan ini menjadi satu persoalan sosial yang sangat penting.

50 Keistimewaan wanita didalam islam
50 Keistimewaan seorang Wanita didalam islam


Keistimewaan Wanita 


Pembelaan terhadap hak-hak perempuan ini lebih banyak terpusatkan pada persoalan persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.

Baik pada dimensi sosial maupun individual. Serta mengenai kebebasan wanita dari ikatan-ikatan social dan individual.

Populasi perempuan di dunia senantiasa sebanding dengan laki-laki, bahkan saat ini perempuan lebih banyak dari pada laki-laki.

Walaupun memiliki populasi yang cukup besar dibandingkan laki-laki, dalam sejarahnya, kaum perempuan senantiasa berada di bawah dominasi kaum laki-laki.

Senantiasa hidup di sebuah komunitas masyarakat yang hak-hak sosial dan individualnya diinjak-injak dan dilanggar.

Bahkan pada sebagian masyarakat lainnya, wanita dianggap sebagai sebuah makhluk yang hina yang keberadaannya itu hanya untuk berbakti kepada laki-laki.

Wanita Barat di Era Yunani dan Romawi kuno 


Dimasa zaman Yunani kuno, yang mana saat itu dianggap sebagai salah satu masa keemasan dan penebaran berbagai peradaban dunia.

Akan tetapi, kondisi kaum wanita saat itu berbanding terbalik dengan pesatnya kemajuan peradaban pada zaman itu.

Masyarakat Yunani kuno menganggap wanita hanya sekedar tempat untuk melampiaskan hawa nafsu serta wanita sama sekali tidak dianggap sebagai teman hidup bagi seorang laki-laki.

Karena pada zaman itu, kaum laki-laki berasumsi bahwa wanita itu makhluk lemah, makhluk yang tidak punya potensi dan mempunyai kemampuan layaknya manusia sempurna.

Bahkan mereka menganggap wanita adalah makhluk pembawa petaka dan bencana.

Wanita pada zaman Yunani kuno ini pada semua sendi kehidupan adalah makhluk yang hina serta tak bernilai. Wanita tidak memiliki jiwa dan ruh yang abadi layaknya manusia dan atas alasan inilah ia tidak memiliki hak untuk hidup paska kematian suaminya.

Masyarakat Yunani menganggap wanita itu sebagai sebuah wujud yang tidak akan bisa disucikan dan merupakan keturunan setan dan mereka senantiasa melarang dan mencegah wanita untuk turut campur dalam berbagai aktifitas..,

..,kecuali hanya sebagai pembantu dan tempat pelampiasan hawa nafsu kaum laki-laki.

Di era pemerintahan Romawi kuno wanita juga memiliki kondisi yang tidak kondusif serta jauh dari yang semestinya.

Masyarakat Romawi kuno saat itu menganggap wanita adalah manifestasi dan simbol setan, mereka bersikap tidak perduli terhadap status sosial dan keluarganya.

Bahkan mereka memiliki asumsi bahwa wanita itu merupakan manifestasi sempurna wujud setan dan dikategorikan sebagai bagian dari ruh-ruh pengganggu.

Wanita juga dianggap sebagai bentuk manifestasi dari akal-akal yang tersesat dan oleh karenanya, mereka tidak segan-segan untuk mengganggu serta mencaci wanita dan juga melarang mereka dari tertawa serta berbicara.

Sejatinya kaum wanita bangsa Romawi kuno tidak dianggap sebagai manusia, bahkan mereka itu bagian dari benda dan paska kematiannya, mereka layaknya seperti benda yang bisa diwariskan.

Sepanjang sejarah dunia Barat, cara pandang semacam ini terus berlanjut hingga periode Renaisance yang merupakan era kebangkitan Barat.

Bahkan cara pandang semacam ini juga berkembang pada masyarakat-masyarakat lain kendati ada sedikit perbedaan dan wanita sama sekali tidak memiliki hak kepemilikan, warisan, hak-hak sosial dan lain sebagainya.

Begitulah dulu atau bahkan mungkin masih banyak masyarakat dunia barat memandang wanita seperti ini.

Wanita Islam dalam Persepektif Barat


Sampai saat ini, dunia barat berpandangan bahwa kontruksi sebuah keluarga muslim sering kali dipandang sebagai suatu penindasan dan keterbelakangan.

Struktur keluarga muslim dalam pandangan dunia barat dianggap sebagai sebuah hambatan bagi kemajuan jaman, sebuah ajaran yang melegalkan pendiskriminasian gender.

Sebuah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi peran kepemimpinan, baik kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan harta benda.

Dan barat beranggapan bahwa dalam keluarga muslim, sosok yang disebut ayah memiliki otoritas terhadap perempuan, anak-anak dan harta bendanya, serta tidak aspiratif terhadap aspirasi feminisme.

Sebelum kemunculan Islam, pada saat itu wanita didunia arab dianggap sebagai aib dalam keluarga, sehingga jika dalam sebuah keluarga ada anak bayi perempuan yang lahir, ayah nya dengan segera mengubur anak perempuannya yang baru lahir hidup-hidup.

Dan dengan kemunculan Islam dan dengan dikeluarkannya peraturan yang mengangkat derajat hak-hak perempuan, maka penghinaan terhadap identitas diri kaum wanita juga menjadi terhenti dan kaum Muslimin berkewajiban untuk menghormati kaum wanita dan menjaga serta memelihara hak-hak mereka.

50 Keistimewaan wanita didalam islam



Yang mana pada dunia Barat di abad pertengahan dan bahkan pada periode Renaissance kaum wanita masih berada pada kondisi yang tidak kondusif dan tidak relevan dan mereka dihadapi dengan berbagai macam bentuk ketidakadilan karena menyandang status sebagai wanita.

Wanita sama sekali tidak punya andil dalam masalah pernikahan, pendidikan, hak suara, pengambilan keputusan berkaitan dengan masalah sosial kemasyarakatan dan bahkan hak kepemilikan.

Pada periode Renaissance di Barat tahun 1789, dimana ketika itu di Perancis dideklarasikan aturan tentang hak asasi manusia (HAM), dalam aturan itu, sama sekali tidak diisyarahkan perihal hak-hak kaum perempuan dan atau kesetaraan mereka dengan kaum laki-laki.

Wanita dalam Islam 


Dalam islam posisi dan porsi wanita sangatlah jelas baik dalam Al-Qur`an maupun hadist yang merupakan acuan baku bagi umat islam.

Banyak hadist- hadist secara jelas (eksplisit) menerangkan bahwa wanita berada pada posisi yang sangat mulia dan terhormat.

Seperti pada hadist nabi yang sangat populer menyatakan bahwa surga itu berada di bawah telapak kaki ibu, dan itu adalah ungkapan betapa mulianya seorang ibu (perempuan) itu di hadapan Allah.

Bahkan dalam hadis lain dikatakan, ketika seorang pemuda bertanya kepada Rosulullah ”wahai Rosul siapakah yang berhak pertamakali saya hormati ” rosul menjawab “ibumu” lalu siapa lagi “ibumu” sampai pada jawaban yang ketiga “ibumu” dan yang terakhir kalinya baru dijawab “ayahmu”.

Siapapun akan terharu, tak terkecuali seorang ayah walaupun disebutkan sekali dan diterakhir kali namun penghargaan yang mendalam terhadap perempuan adalah juga merupakan kebahagian kaum laki-laki.

Wanita di era Milenial 


Dewasa ini perempuan di negara-negara Barat harus menanggung derita besar demi mengejar kebebasan dan kesetaraan dengan pria, tanpa mempertimbangkan kondisi potensi dan psikis maupun psikologisnya.

Perempuan di Barat terpaksa harus bekerja membanting tulang di masa-masa kehamilannya di pabrik-pabrik dan pekerjaan berat lainnya dengan upah yang lebih kecil dari laki-laki.

Negara-negara Barat mengklaim bahwa persamaan hak antara perempuan dan laki-laki di seluruh sektor merupakan cara terbaik untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan.

Di Amerika sendiri terjadi gelombang protes menyikapi tingginya diskriminasi terhadap perempuan. Perempuan merupakan mayoritas orang miskin di Negeri Paman Sam itu.

Undang-undang AS dan negara-negara Eropa menyatakan bahwa suami tidak diwajibkan untuk mengeluarkan nafkah bagi istrinya.

Untuk itu, ibu yang memiliki kemampuan untuk bekerja di luar rumah, maka dirinya harus membanting tulang untuk mencari nafkah selain mengasuh anaknya.

Dengan demikian, tekanan kerja yang dibarengi beratnya beban mengasuh anak menyebabkan tekanan mental yang sangat besar bagi mereka.

Berbeda dengan Barat, Islam memandang perempuan sebagai makhluk mulia dengan segala potensi agungnya.


50 Keistimewaan seorang wanita didalam islam


Tidak ada pihak lain yang dapat menggantikan posisi perempuan sebagai ibu dan istri.

Kelanggengan spesies manusia dan perkembangan potensinya sangat berkaitan erat dengan kasih sayang dan pengorbanan seorang wanita (ibu).

Dengan kasih sayang ibu-lah yang mengubah riak gelombang kehidupan menjadi ketenangan dan ketentraman dalam lingkungan keluarga.

Dalam Revolusi Islam, kaum perempuan tetap menjaga peran mereka sebagai pembimbing dan ibu, masuk ke berbagai sektor seosial.

Peningkatan para cendikiawan, peneliti, dan pengajar perempuan di berbagai cabang ilmu, membuktikan keberhasilan perspektif Islam terhadap perempuan.

Di negera Islam muncul banyak perempuan-perempuan jenius yang aktif di bidang pemikiran, ilmiah, juga di bidang budaya dan seni. Padahal mereka beraktifitas dengan tetap mengenakan hijab.

Masalah ini merupakan perbandingan terhadap pendapat sejumlah pihak bahwa hijab bertentangan dengan kesempurnaan.

50 Keistimewaan Perempuan dalam Islam 


Rasulullah SAW berjuang mengangkat derajat wanita sejak kehadiran Beliau sebagai Nabi dan juga Rasul pada 1400 tahun silam.

Wanita merupakan sosok yang penyayang, penuh kelembutan, penuh kecintaan terhadap suaminya dan anak-anaknya.

50 Keistimewaan wanita didalam islam


Sebaik-baiknya perhiasan di dunia hanyalah wanita salehah yang taat beribadah kepada Allah SWT.

Dan kali ini, kami akan memberikan 50 lebih keistimewaan seorang perempuan didalam Islam. Dan semua poin tersebut dikutip dari beberapa sumber, dan merupakan cara seorang muslim (laki-laki) menghormati, memandang seorang wanita. Berikut ulasannya:


1. Doa wanita lebih maqbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulallah s.a.w. akan hal tersebut, jawab baginda: "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."

2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 orang lelaki ang tidak soleh.

3. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

4. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

5. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.

6. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail a.s.

7. Tidaklah seorang wanita yang haidh itu, kecuali haidhnya merupakan kifarat (tebusan) untuk dosa-dosanya yang telah lalu, dan apabila pada hari pertama haidhnya membaca "Alhamdulillahi'alaa Kulli Halin Wa Astaghfirullah Segala puji bagi Allah dalam segala keadaan dan aku mohon ampun kepada Allah dari segala dosa."; maka Allah menetapkan dia bebas dari neraka dan dengan mudah melalui shiratul mustaqim yang aman dari seksa, bahkan AllahTa'ala mengangkatnya ke atas darjat, seperti darjatnya 40 orang mati syahid, apabila dia selalu berzikir kepada Allah selama haidhnya.

8. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah s.a.w.) di dalam syurga.

9. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ehsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa taqwa serta bertanggung jawab, maka baginya adala syurga.

10. Daripada Aisyah r.ha. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka merekaakan menjadi penghalang baginya daripada api neraka."

11. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

12. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.

13. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan meredhainya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).

15. Aisyah r.ha. berkata "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w. siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita ?" Jawab baginda, "Suaminya" "Siapa pula berhak terhadap lelaki ?" Jawab Rasulullah s.a.w. "Ibunya".

16. Seorang wanita yang apabila mengerjakan solat lima waktu, berpuasa wajib sebulan (Ramadhan), memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka pasti akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dia kehendaki.

17. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya(10,000 tahun).

18. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t.mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.

19. Dua rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

20. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

21. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

22. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.

23. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

24. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

25. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

26. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang
diberikannya.

27. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

28. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

29. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

30. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

31. Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah mencatatkan baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya,bahkan segala sesuatu yang disinari sang suria akan meminta keampunan baginya, dan Allah mengangkatkannya seribu darjat untuknya.

32. Seorang wanita yang solehah lebih baik daripada seribu orang lelaki yang tidak soleh, dan seorang wanita yang melayani suaminya selama seminggu, maka ditutupkan baginya tujuh pintu neraka dan dibukakan baginyade lapan pintu syurga, yang dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa dihisab.

33. Mana-mana wanita yang menunggu suaminya hingga pulanglah ia, disapukan mukanya, dihamparkan duduknya atau menyediakan makan minumnya atau merenung ia pada suaminya atau memegang tangannya, memperelokkan hidangan padanya,memelihara anaknya atau memanfaatkan hartanya pada suaminya kerana mencari keredhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiap-tiap kalimah ucapannya,tiap-tiap langkahnya dan setiap renungannya pada suaminya sebagaimana memerdekakan seorang hamba. Pada hari Qiamat kelak, Allah kurniakan Nur hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas kurniaan rahmat itu. Tiada seorang pun yang sampai ke mertabat itu melainkan Nabi-nabi.

34. Tidakkan putus ganjaran dari Allah kepada seorang isteri yang siang dan malamnya menggembirakan suaminya.

35. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suaminya melihat isterinya dengan kasih sayang akan di pandang Allah dengan penuh rahmat.

36. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

37. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan medapat pahala jihad.

38. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

39. Dari Hazrat Muaz : Mana-mana wanita yang berdiri atas dua kakinya membakar roti untuk suaminya hingga muka dan tangannya kepanasan oleh
api,maka diharamkan muka dan tangannya dari bakaran api neraka.

40. Thabit Al Banani berkata: Seorang wanita dari Bani Israel yang buta sebelah matanya sangat baik khidmatnya kepada suaminya. Apabila ia
menghidangkan makanan dihadapan suaminya, dipegangnya pelita sehingga suaminya selesai makan. Pada suatu malam pelitanya kehabisan sumbu, maka diambilnya rambutnya dijadikan sumbu pelita. Pada keesokkannya matanya yang buta telah celik. Allah kurniakan keramat (kemuliaan pada perempuan itu kerana memuliakan dan menghormati suaminya).

41. Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis itu. Baginda lalu bertanya, "Adakah kamu menyembahyangkan mayat ?" Jawab mereka,"Tidak" Sabda Baginda, "Seeloknya kamu sekalian tidak perlu ziarah dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah dan berkhidmatlah kepada suami nIscaya pahalanya sama dengan ibadat-ibadat orang lelaki.

42. Wanita yang memerah susu binatang dengan 'Bismillah' akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

43. Wanita yang menguli tepung gandum dengan 'Bismillah', Allah akan berkatkan rezekinya.

44. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

45. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan mebinakan 7 parit diantara dirinya dengan api
neraka, jarak diantara parit itu ialah sejauh langit dan bumi."

46. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utus benang yang dibuat dan memadamkan seratus perbuatan jahat."

47. "Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas takhta di hari akhirat."

48. "Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di mata orang-orang yang memerhatikannya."

50. Sabda Nabi s.a.w.: "Ya Fatimah barang mana wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya, memotong misai dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum akan dia dari sungai sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman-taman syurga dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka dan selamatlah ia melintas Titian Shirat."

Begitulah Islam mengistimewakan seorang makhluk yang disebut dengan wanita.

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar